Selasa, 22 Maret 2011

kelemahan kelebihan tes objektif

kelemahan dan kelebihan tes objektif
TEST OBJEKTIF
1.TEST OBJEKTIF
1. Kelebihan Test Objektif yaitu:
v Untuk menjawab test objektif tidak banyak memakai waktu.
v Reabilitynya lebih tinggi kalau di bandingkan dengan test Essay, karena penilainnya bersifat
objektif.
v Pemberian nilai dan cara menilai test objektif lebih cepat dan mudah karena tidak menuntut
keahlian khusus dari pada si pemberi nilai.
v Objekti test tidak memperdulikan penguasaan bahasa, sehingga mudah dilaksanakan.
v Validity test objektif lebih tinggi dari essay test, karena samplingnya lebih luas.
2. Kelemahan Test Objektif yaitu :
v Murid sering menerka-nerka dalam memberikan jawaban, karena mereka belum menguasai
bahan pelajaran tersebut.
v Memang test sampling yang diajukan kepada murid- murid cukup banyak, dan hanya
membutuhkan waktu yang relative singkat untuk menjawabnya.
v Tidak biasa mengajak murid untuk berpikir taraf tinggi.
v Banyak memakan biaya, karena lembaran item- item test harus sebanyak jumlah pengikut test.
B. SALAH- BENAR atau True- False (T- F)
1. Kelebihan S- B yaitu :
v Soal ini baik untuk hasil- hasil, dimana hanya ada dua alternative jawaban.
v Tuntutan kurang ditekankan pada kemampuan baca.
v Sejumlah soal relative dapat dijawab dalam tipe test secara berkala.
v Penilaian mudah, objektif dan dapat dipercaya.
2. Kelemahan S- B yaitu
v Sulit menuliskan soal diluar tingkat pengetahuan yang bebas dari maksud ganda.
v Jawaban soal tidak memberikan bukti bahwa siswa mengetahui dengan baik.
v Tidak ada informasi diagnostic dari jawaban yang salah.
v Memungkinkan dan mendorong siswa untuk menerka-nerka.
C. PILIHAN BERGANDA atau Multiple Choise ( M- Ch)
1. Kelebihan Pilihan Berganda yaitu:
v Hasil belajae yang sederhana sampai yang komplek dapat diukur.
v Terstruktur dan petunjuknya jelas.
v Alternatif jawaban yang salah dapat memberikan informasi diagnostik.
v Tidak dimungkinkan untuk menerka jawaban.
v Penilaian mudah, objektif dan dapat dipercaya.
2. Kelemahan Pilihan Berganda yaitu:
v Menyusunnya membutuhkan waktu yang lama.
v Sulit menemukan pengacau.
v Kurang efektif mengukur beberapa tipe pemecahan masalah, kemampuan untuk mengorganisir
dan mengekspresikan ide.
v Nilai dapat dipengaruhi dengan kemampuan baca.
D. ISIAN atau Completion
1. Kelebihan Isian atau Completion yaitu :
v Sangat mudah dalam penyusunannya.
v Lebih menghemat tempat ( menghemat kertas ).
v Persyaratan komprehensif dapat dipenuhi oleh test model ini.
v Digunakan untuk mengukur berbagai taraf kompetensi dan tidak sekedar mengungkap taraf
pengenalan atau hafalan saja
2. Kelemahan Isian atau Completion yaitu :
v Lebih cenderung mengungkap daya ingat atau aspek hafalan saja.
v Butir- butir item dari test model ini kurang relevan untuk diajukan.
v Tester kurang berhati-hati dalam menyusun kalimat dalam soal.
E. JAWABAN SINGKAT atau SHORT ANSWER
1. Kelebihan Jawaban Singkat yaitu :
v Mdah dalam perbuatan
v Kemungknan menebak jawaban sangat sulit
v Cocok untuk soal- soal hitungan
v Hasil- hasil pengetahuan dapat diukur secara luas
2. Kelemahan Jawaban Singkat yaitu:
v Sulit menyusun kata- kata yang jawabannya hanya satu.
v Tidak cocok untuk mengukur hasil- hasil belajar yang komplek.
v Penilaian menjemukan da memerlukan waktu banyak.
F. MENJODOHKAN atau MATCHING
1. Kelebihan Menjodohkan yaitu:
v Suatu bentuk yang efisien diberikan dimana sekelompok respon sama menyesuaikan dengan
rangkaian isi soal.
v Waktu membaca dan merespon relative singkat.
v Mudah untuk dibuat.
v Penilaian mudah, objektif dan dapat dipercaya.
2. Kelemahan Menjodohkan yaitu:
v Materi soal dibatsi oleh factor ingatan/ pengetahuan yang sederhana dan kurang dapat dipakai
untuk mengukur penguasaan yang bersifat pengertian dan kemampuan membuat tafsiran
v Sulit menyusun soal yang mengandung sejumlah respon yang homogen.
v Mudah terpengaruh dengan petunjuk yang tidak relevan.
II. TEST ESSAY
B. TEST ESSAY
1. Kelebihan Test Essay yaitu:
Ø Peserta didik dapat mengorganisasikan jawaban dengan pendapatnya sendiri.
Ø Murid tidak dapat menerka- nerka jawaban soal.
Ø Test ini sangat cocok untuk mengukur dan mengevaluasi hasil suatu proses belajar yang
kompleks yang sukar diukur dengan mempergunakan test objektif.
Ø Derajad ketepatan dan kebenaran murid dapat dilihat dari kalimat- kalimatnya.
Ø Jawaban diungkapakan dalam kata- kata dan kalimat sendiri, sehingga test ini dapat digunakan
untuk melatih penyusunan kalimat dengan bahasa yang baik, benar, dan cepat.
Ø Test ini digunakan dapat melatih peserta didik untuk memilih fakta yang relevan dengan
persoalan, dan Sukar dinilai secara tepat mengorganisasikannya sehingga dapat mengungkapkan
satu hasil pemikiran yang terintegrasi secara utuh.
2. Kelemahan Test Essay yaitu:
Ø Sukar dinilai secara tepat.
Ø Bahan yang diukur terlalu sedikit, sehingga agak sulit untuk mengukur penguasaan siswa
terhadap keseluruhan kurikulum.
Ø Sulit mendapatkan soal yang memiliki standar nasional maupun internasional.
Ø Membutuhkan waktu memeriksa hasilnya.
1. Tes Subjektif
Yang pada umumnya berbentuk tes esai (uraian) tes bentuk esai adalah sejenis tes kemajuan
belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata. Ciri-ciri
pertanyaanya didahului dengan kata-kata seperti, uraikan, jelaskan, mengapa, bagaimana,
bandingkan, simpulkan, dan sebagainya (Arikunto, 2005:162).
Soal-soal bentuk esai biasanya jumlahnya tidak banyak, hanya sekeda
5-10 buah soal dalam waktu kira-kira 90-120 menit. Soal-soal bentuk esai ini menuntut
kemampuan siswa untuk dapat mengorganisir, menginterprestasi, menghubungkan pengertian-
pengertian yang telah dimiliki. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa tes esai menuntut untuk
dapat mengingat-ingat dan mengenal kembali dan terutama harus mempunyai daya kreativitas
yang tinggi.
Kelebihan-kelebihan tes subjektif yaitu:
1)
Lebih respektif mewakili isi dan luas bahan, lebih objektif, dapat di hindari campur
tangannya unsur-unsur subjektif baik dari segi siswa maupun segi guru yang memeriksa.
2)
Lebih mudah dan cepat cara memeriksanya karena dapat menggunakan kunci tes bahkan
alat-alat hasil kemajuan teknologi.
3)
Pemeriksaanya dapat diserahkan orang lain.
4)
Dalam pemeriksaan tidak ada unsur subjektif yang mempengaruhi.
Kelemahan-kelemahan tes subjektif yaitu:
a)
Persiapan untuk menyusun jauh lebih sulit dari pada tes esai karena soalnya banyak dan
harus teliti untuk menghindari kelemahan-kelamahan yang lain.
b)
Soal-soal cenderung untuk mengungkapkan ingatan dan daya pengenalan kembali saja dan
sukar untuk mengukur proses mental yang tinggi.
c)
Banyak kesempatan untuk main untung-untungan.
d)
Kerjasama antarsiswa pada waktu mengerjakan soal tes lebih terbuka.
Cara mengatasi kelemahan
1)
Kesulitan menyusun tes objektif dapat diatasi dengan jalan banyak berlatih terus menerus
hingga betul-betul mahir.
2)
Menggunakan tabel spesifikasi untuk mengatasi kelemahan nomor satu dan dua.
3)
Menggunakan norma/standar penilaian yang memperhitungkan faktor tebakan (guessing)
yang bersifat spekulatif itu.
1. Tes obyektif
1)
Tes benar-salah (true-false)
Soal-soalnya berupa pernyataan-pernyataan (statement).Statement tersebut ada yang benar dan
ada yang salah. Orang yang ditanya bertugas untuk menandai masing-masing pernyataan
dengan melingkari huruf B jika pernyataan itu betul menurut pendapatnya dan melingkari huruf
S jika pernyataannya salah.
2)
Tes pilihan ganda(multiple choicetest)
Multiple choice test terdiri atas suatu keterangan atau pemberitahuan tentang suatu pengertian
yang belum lengkap. Dan untuk melengkapinya harus memilih satu dari beberapa kemungkinan
jawaban yang telah disediakan. Atau Multiple choice test terdiri atas bagian keterangan(stem)
dan bagian kemungkinan jawaban atau alternatif (option). Kemungkinan jawaban (option) terdiri
atas satu jawaban benar yaitu kunci jawaban dan beberapa pengecoh.
3) Men jo d o hk a n(matchingtest)
Matching test dapat kita ganti dengan istilah mempertandingkan, mencocokkan, memasangkan,
atau menjodohkan. Matching test terdiri atas satu seri pertanyaan dan satu seri jawaban. Masing-
masing pertanyaan mempunyai jawaban yang tercantum dalam seri jawaban. Tugas murid ialah
mencari dan menempatkan jawaban-jawaban sehingga sesuai atau cocok dengan pertanyaannya.
4)
Tes isian(completiontest)
Completion test biasa kita sebut dengan istilah tes isian, tes menyempurnakan, atau tes
melengkapi. Completion test terdiri atas kalimat-kalimat yang ada bagian-bagiannya yang
dihilangkan. Bagian yang dihilangkan atau yang harus diisi oleh murid ini adalah merupakan
pengertian yang kita minta dari murid.
c) Pelaksanaan tes tertulis
Nurkanca, dkk (1986:58) menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan suatu tes tertulis ada beberapa
hal yang perlu mendapat perhatian. Adapun hal-hal tersebut antara lain:
1)
Ruangan tempat tes di laksanakan hendaknya diusahakan setenang mungkin.
2)
Murid-murid harus diperingatkan bahwa mereka tidak boleh bekerja sebelum ada tenda
untuk mulai. Hal ini untuk mengatur agar semua murid mulai bekerja pada saat yang sama.
3)
Selama murid-murid bekerja para pengawas tes dapat berjalan-jalan, dengan catatan tidak
mengganggu suasana, untuk mengawasi apakah murid-murid bekerja secara wajar atau tidak.
Murid-murid yang melanggar tata tertib tes dapat dikeluarkan dari ruang tes.
4)
Apabila waktu yang ditentukan telah habis maka semua pengikut tes diperintahkan untuk
berhenti bekerja dan segera meninggalkan ruangan tes secara tertib. Para pengawas tes segera
mengumpulkan lembaran-lembaran tes dan lembaran-lembaran jawaban peserta tes.
5)
Setelah lat-alat terkumpulkan maka pengawas tes supaya mengisi catatan-catatan tentang
kejadian penting yang terjadi selama tes berlangsung
1. B. Test Lisan
2. Pengertian tes lisan
Tes lisan adalah tes yang pelaksanaannya dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara
langsung antara pendidik dan peserta didik.
1. Macam-macam tes lisan
Thoha (2003:61) menjelaskan bahwa tes ini termasuk kelompok tes verbal, yaitu tes soal dan
jawabannya menggunakan bahasa lisan. Dari segi persiapan dan cara bertanya, tes lisan dapat
dibedakan menjadi dua yakni:
a)
Tes lisan bebas
Yaitu pendidik dalam memberikan soal kepada peserta didik tanpa menggunakan pedoman yang
dipersiapkan secara tertulis
b)
Tes lisan berpedoman
Pendidik menggunakan pedoman tertulis tentang apa yang akan ditanyakan kepada peserta didik.
Tes ini memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya adalah
a)
Dapat menilai kemampuan dan tingkat pengetahuan yang dimiliki peserta didik, sikap,
serta kepribadiannya karena dilakukan secara berhadapan langsung.
b)
Bagi peserta didik yang kemampuan berpikirnya relatif lambat sehingga sering
mengalami kesukaran dalam memahami pernyataan soal, tes bentuk ini dapat menolong sebab
peserta didik dapat menanyakan langsung kejelasan pertanyaan yang dimaksud.
c)
Hasil tes dapat langsung diketahui peserta didik.
Kelemahannya adalah
a)
Subjektivitas pendidik sering mencemari hasil tes,
b)
Waktu pelaksanaan yang diperlukan.
1. Pelaksanaan tes lisan
Nurkanca, dkk (1986:60) menjelaskan bahwa hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam
pelaksanaan tes lisan antara lain adalah sebagai berikut:
a)
Pertahankanlah situasi evaluasi dalam pelaksanaan tes lisan. Guru harus tetap menyadari
bahwa tujuan evaluasi adalah untuk mendapatkan gambaran tentang prestasi belajar yang dicapai
oleh murid-murid.
b)
Janganlah guru membentak-bentak seorang murid karena murid tersebut memberikan
jawaban yang menurut penilaian guru merupakan jawaban yang sangat ³tolol´.
c)
Jangan pula ada kecenderungan untuk membantu seoarang murid yang sedang di tes
dengan memberikan kunci-kunci tertentu karena kita merasa kasihan atau simpati pada murid
tersebut. Hal ini bertentangan dengan prinsip-prinsip evaluasi karena kita bertindak tidak adil
terhadap murid yang lain.
d)
Siapkanlah terlebih dahulu suatu rencana pertanyaan sertascore jawaban yang diminta
untuk setiap pertanyaan. Hal ini untuk menjaga agar guru jangan samapai terkecoh oleh jawaban
yang ngelantur dari murid-murid.
e)
Laksanakanlahskori ng secara teliti terhadap setiap jawaban yang diberikan oleh murid

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar